Karena keterbatasan informasi artikel di blog ini masih banyak yang kurang

ICT CONCEPTS

1. Apa Itu ICT dalam Trading?

Pertama-tama, mari kita perjelas bahwa ICT adalah singkatan dari Inner Circle Trader, yaitu julukan dari Michael J. Huddleston. Dialah pencipta konsep-konsep ICT dalam dunia trading. Meskipun sebagian orang pesimis menganggap ICT hanyalah kemasan ulang dari teori supply and demand atau metode Wyckoff, saya pribadi tidak setuju dengan anggapan itu.

Untuk menguraikan konsep trading ICT secara mendalam, saya butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Michael sendiri telah mengajarkannya selama bertahun-tahun di channel YouTube ICT, dan setiap harinya selalu saja ada hal baru. Jadi, di sini saya akan buat sesederhana mungkin dan menjelaskan inti dari konsep-konsep ICT. Kamu bisa melakukan riset lebih lanjut jika ingin mendalaminya sendiri.

Strategi trading ICT pada dasarnya adalah kebalikan dari apa yang telah diajarkan kepada para trader selama puluhan tahun. Michael menyebut metode lama tersebut sebagai “materi retail trader.” Maksudnya, hanya trader ritel yang masih mempercayai metode itu, dan itulah sebabnya lebih dari 90% trader mengalami kerugian.

Tapi jangan salah paham, konsep ICT tidak akan memberimu winrate 100% dengan rasio risk-reward rata-rata 1:10. Namun, konsep-konsep ini pasti akan meningkatkan kualitas trading dan pemahamanmu terhadap pasar.

2. Dasar-Dasar Konsep Trading ICT

Sekarang, jika Anda bertanya kepada saya, "Apa itu strategi trading ICT dalam satu kata?" jawaban saya adalah likuiditas. Likuiditas adalah apa yang menjadi tujuan pergerakan pasar. Secara teknis, likuiditas mencakup berbagai jenis order. Mulai dari market order hingga limit order, di mana pun ada kemungkinan untuk memperdagangkan suatu aset dengan sukses, di sanalah terdapat likuiditas.

Sekarang, saya ingin bertanya kepada Anda: Di mana sebagian besar order ditempatkan? Nah, jika Anda sudah cukup lama menjadi trader, Anda tahu bahwa sebagian besar individu bahkan institusi menempatkan order di bawah atau di atas level support dan resistance. Dan inilah perbedaan utama antara metode trading ritel dan konsep ICT: Dalam metode ritel, kita mengandalkan level-level ini untuk menahan harga, tetapi dalam konsep ICT, kita justru mengharapkan pasar menargetkan level-level tersebut.

Area pada grafik yang mengandung volume order signifikan disebut kolam likuiditas (liquidity pool). Dalam strategi trading ICT, level-level ini umumnya dijadikan target, bukan titik entry. Ada dua jenis zona likuiditas:

1. Likuiditas Sisi Jual (Sell-Side Liquidity): Merupakan level support pada grafik di mana para pembeli menempatkan stop loss mereka di bawahnya atau di mana para penjual ingin melakukan short-sell saat terjadi breakout bearish. Ini disebut sebagai kolam likuiditas sisi jual.

2. Likuiditas Sisi Beli (Buy-Side Liquidity): Merupakan level resistance pada grafik di mana para penjual (short seller) menempatkan stop loss mereka di atasnya atau di mana para pembeli ingin membeli (long) saat terjadi breakout bullish. Ini disebut sebagai kolam likuiditas sisi beli.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Likuiditas dan Inducemen

Lihatlah grafik di atas. Kebanyakan trader melihatnya sebagai pergerakan harga dalam rentang antara dua level support dan resistance yang kuat. Harga sempat mengalami breakout palsu (fake breakout) di bawah support, lalu berhasil menembus rentang dari sisi atas.

Namun, trader ICT melihat hal yang berbeda: mereka melihat bahwa harga telah menciptakan likuiditas baik di sisi beli maupun sisi jual di atas dan di bawah level-range tersebut. Kemudian, pasar menyerap likuiditas yang ada di bawah support dan berlari untuk menyerap likuiditas yang ada di atas resistance. Seperti yang terlihat, likuiditas adalah target dari pergerakan harga.

Penyerapannya order di zona likuiditas ini disebut dengan inducement:

1. Inducement Likuiditas Sisi Beli: Ini melibatkan perburuan stop-loss (stop-loss hunting) dan penyerapannya order beli di atas level resistance. Juga mencakup distribusi yang dilakukan oleh trader institusi.

2. Inducement Likuiditas Sisi Jual: Ini merupakan perburuan stop-loss dan penyerapannya order jual di bawah level support. Juga mencakup akumulasi yang dilakukan oleh trader institusi.

Inducement likuiditas adalah faktor paling penting dalam konsep ICT, karena ini merupakan langkah awal dari pembalikan harga (price reversal). Trader ICT melihat bahwa harga telah membentuk likuiditas di kedua sisi atas dan bawah level range. Kemudian, pasar menyerap likuiditas di bawah support dan melanjutkan menyerap likuiditas di atas resistance. Seperti yang Anda lihat, likuiditas adalah sasaran dari harga.

3. Elemen Dasar dari Strategi Trading ICT

Saya telah menjelaskan tentang liquidity (likuiditas) dan pentingnya dalam konsep ICT. Sekarang, mari kita perkenalkan elemen dasar lainnya yang Anda perlukan untuk membangun strategi trading ICT Anda sendiri:


1. Fair Value Gap (FVG)
Fair Value Gap adalah pola tiga candle (bukan pola price action klasik). Sebuah FVG terbentuk pada body candle tengah dalam rangkaian tiga candle, di mana ekor (wick) dan body dari dua candle di sekitarnya gagal mengisi area tersebut. Fair Value Gap juga dikenal sebagai imbalance atau ketidakseimbangan pasar.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Fair Value Gap (FVG)

Ketika candle tengah, yang merupakan candle FVG kita, bersifat bullish, maka kita memiliki bullish fair value gap. Sebaliknya, ketika candle tersebut bearish, maka Fair Value Gap-nya juga bearish. Biasanya, kita mengharapkan bullish dan bearish Fair Value Gap dapat menahan harga dan mendorongnya ke arah tren utama. Secara keseluruhan, terbentuknya Fair Value Gap bisa menjadi sinyal untuk masuk posisi trading.

Sementara itu, kegagalan FVG — yang terjadi ketika harga menembus area FVG — juga bisa menjadi sinyal awal dari pembalikan arah tren. Ini disebut sebagai gap inversion, yang menghasilkan Inverted Fair Value Gap (IFVG).

. Bullish Inversion Fair Value Gap (IFVG) terbentuk dari kegagalan bearish FVG.

. Bearish Inversion Fair Value Gap (IFVG) terbentuk dari kegagalan bullish FVG.

Inverted gap digunakan dengan cara yang serupa seperti Fair Value Gap untuk sinyal masuk trading.


2. Order Block (OB)
Elemen penting lainnya dalam konsep ICT adalah Order Block (OB). Order Block adalah area di mana kemungkinan besar volume besar telah masuk ke pasar. Lalu, di mana letaknya? Volume besar menggerakkan harga, dan karena itu, sebuah order block merupakan dasar dari pergerakan impulsif. Lebih tepatnya, ini adalah candle terakhir yang bullish (atau bearish) sebelum pergerakan bearish (atau bullish) dimulai.

Lihat skema di bawah ini:

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Order Block (OB)

Sama seperti Fair Value Gap, kita mengharapkan bullish orderblock berperan sebagai level support dan bearish orderblock berfungsi sebagai zona resistance. Sekali lagi, penembusan terhadap level-level ini dapat menjadi indikasi terjadinya pembalikan arah.


3. Balanced Price Range
Balanced Price Range (BPR) terbentuk ketika pasar mengalami displacement (pergerakan harga yang kuat) yang diikuti oleh pembalikan arah secara langsung. Akibatnya, terbentuk pola ganda Fair Value Gap yang terdiri dari satu Fair Value Gap normal dan satu Inverted Fair Value Gap (IFVG). BPR umumnya terjadi sebagai hasil dari bentrokan keputusan trading oleh entitas besar.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Balanced Price Range

Balanced Price Range umumnya ditandai oleh fluktuasi harga yang sangat volatil dalam rentang yang sempit. Rentang ini sering dianggap sebagai titik keseimbangan harga, karena harga biasanya menguji ulang dan kembali ke level-level ini setelah pergerakan awal (displacement) menjauhkan harga dari zona konsolidasi tersebut.

Selain itu, Balanced Price Range bisa muncul sebelum pembalikan arah tren maupun kelanjutan tren. Jika volume jual yang agresif melebihi permintaan, pasar akan mengalami breakout bearish. Sebaliknya, jika volume beli yang agresif mengalahkan suplai, pasar akan menunjukkan breakout bullish.


4. Premium and Discount
Pernah mendengar tentang suatu aset atau produk yang dianggap mahal atau murah? Itu terjadi ketika harganya diperdagangkan dalam kondisi premium atau discount. Dalam konsep ICT, ada berbagai cara untuk menentukan apakah harga berada dalam kondisi premium atau discount. Salah satu metode paling dasar adalah dengan menganalisis rentang harga.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Premium and Discount

Seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, untuk mengidentifikasi area premium dan discount berdasarkan harga, Anda harus terlebih dahulu menentukan level tertinggi dan terendah dari rentang terbaru. Setelah itu:

. Nilai di atas 50% dari rentang tersebut dianggap sebagai premium.

. Nilai di bawah 50% dari rentang tersebut dianggap sebagai discount.

Dalam trading ICT, kita biasanya bertujuan untuk membeli di area discount dan menjual di area premium. Namun, perlu diingat bahwa arah tren secara keseluruhan sangatlah penting.


5. Market Structure
Lalu, bagaimana cara kita mengidentifikasi tren dalam konsep ICT? Metode ini sebenarnya sangat sederhana dan telah digunakan selama beberapa dekade. Berikut ringkasannya:

. Ketika harga membentuk higher high dan higher low, itu menunjukkan struktur pasar bullish.

. Ketika pasar membentuk lower high dan lower low, itu menunjukkan struktur pasar bearish.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Market Structure

Sebagai trader ICT, kita memanfaatkan pergeseran struktur pasar bullish dan bearish (Market Structure Shift atau MSS) untuk masuk ke dalam perdagangan pembalikan arah (reversal). Di sisi lain, kita juga masuk ke perdagangan lanjutan (continuation) saat tren berlanjut, yang dikenal sebagai Break of Structure (BoS). Keduanya ditunjukkan pada grafik di atas.


6. Discplacement
Displacement didefinisikan sebagai pergerakan harga yang tiba-tiba dan signifikan menjauh dari suatu level harga tertentu. Biasanya, ini melibatkan kelanjutan atau pergeseran struktur pasar setelah periode akumulasi (atau distribusi) tertentu. Displacement sering terjadi setelah terjadinya inducement terhadap level likuiditas.

Meskipun banyak trader ICT menggunakan intuisi mereka untuk mengidentifikasi displacement pada grafik, penggunaan indikator tertentu seperti Average True Range (ATR) memberikan pendekatan yang lebih sistematis.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Discplacement

Mengidentifikasi displacement adalah langkah penting dalam strategi trading ICT, karena membantu Anda memahami arah pergerakan yang diinginkan oleh smart money dan tren pasar. Displacement ditandai dengan candle-candle panjang yang menyebabkan breakout atau reversal. Displacement bullish biasanya disebabkan oleh tekanan beli yang agresif dari pelaku pasar institusional. Sebaliknya, displacement bearish merupakan hasil dari tekanan jual mereka.

Selain itu, biasanya terdapat elemen-elemen tertentu seperti Fair Value Gap (FVG) yang terbentuk selama displacement dan dapat digunakan sebagai zona entry untuk membuka posisi trading. Hal ini sangat berguna terutama jika Anda ingin mengambil posisi reversal, karena displacement yang berlawanan sering kali menjadi konfirmasi pembalikan arah berdasarkan price action setelah terjadi inducement terhadap level likuiditas.


7. Killzones
Seperti yang dikatakan oleh Inner Circle Trader sendiri, grafik harga terdiri dari harga dan waktu. Meskipun kamu mungkin bisa mengidentifikasi setup trading yang bagus, kamu sebaiknya tidak masuk pasar kecuali pada waktu yang optimal. Periode-periode inilah yang disebut Killzones. Meskipun banyak trader memiliki preferensi dan interpretasi yang berbeda terhadap ajaran ICT, berikut adalah ICT Killzones yang sudah saya gunakan selama beberapa tahun terakhir (waktu New York):

London Session Killzone:

. New York Session Morning Killzone:

. New York Session Afternoon Killzone:

ICT Killzones adalah waktu di mana kamu bisa masuk posisi trading. Ini tidak berarti kamu tidak boleh menahan posisi trading di luar Killzones.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Killzones

Seperti yang mungkin sudah kamu perhatikan, saya tidak trading di sesi Asia. Faktanya, ICT sendiri juga memperingatkan agar berhati-hati saat trading di sesi Asia karena pergerakan harga bisa sangat tidak menentu (choppy). Selain itu, saya biasanya juga tidak trading di New York Session Afternoon Killzone karena harga bisa kembali kehilangan momentum, atau pergerakan besar sudah terjadi sehingga sudah terlambat untuk masuk posisi.


8. Optimal Trade Entry (OTE)
Optimal Trade Entry (OTE) dianggap sebagai zona entry terbaik dalam strategi ICT. Konsep ini pada dasarnya didasarkan pada zona premium dan discount yang telah kita bahas sebelumnya. Untuk mengidentifikasi OTE, Anda harus menggunakan alat gambar Fibonacci, khususnya Fibonacci Retracement.

ICT Optimal Trade Entry terletak di antara level retracement Fibonacci 61.8% hingga 78.6% dari displacement. Tergantung pada arah rentang ekspansi, OTE dalam ICT bisa berada di area deep discount atau deep premium.

ICT Trading Concepts - Liquidity Pools

Optimal Trade Entry (OTE)

Saya pribadi menggunakan ICT Optimal Trade Entry (OTE) sebagai salah satu konfluensi tambahan dalam pengambilan keputusan order, bukan sebagai satu-satunya acuan untuk entry posisi. Sebagai contoh, saya mencari elemen entry lain dari strategi Inner Circle Trading, seperti Fair Value Gaps dan Order Blocks yang berada di dalam area OTE, sebagai level entry potensial.

4. judul

artikel

5. judul

artikel

6. Video Pengenalan Trading ICT

thumbnail